Panambang ing Aksara Jawa

I. Panambang -ake (ꦀꦺꦄ )

a. Bila bersambung dengan suku kata tertutup (sigeg), huruf ꦀ-nya berubah menjadi seperti huruf penutupnya.

Contoh:

ꦁꦸ ꦆꦸꦐꦿ  + ꦀꦺꦄ       = ꦁꦸꦆꦸꦐꦤꦺꦄ

ꦀꦎꦠꦷꦐꦸꦽ + ꦀꦺꦄ       = ꦀꦎꦠꦷꦐꦸꦽꦃꦺꦄ

ꦏꦷꦁꦟꦷꦆꦿ + ꦀꦄꦷꦁꦿ       = ꦏꦷꦁꦟꦷꦆꦚꦄꦷꦁꦿ

ꦀꦎꦠꦹꦊꦸꦄꦿ +ꦀꦺꦄ = ꦀꦎꦠꦹꦊꦸꦄꦘꦺꦄ

ꦁꦷꦊꦸꦼ + ꦀꦺꦄ                 = ꦁꦷꦊꦸꦼꦓꦺꦄ

ꦁꦷꦊꦼ + ꦀꦄꦷꦁꦿ              = ꦁꦷꦊꦼꦓꦄꦷꦁꦿ

ꦓꦺꦈꦻꦁꦿ + ꦀꦄꦷꦁꦿ= ꦓꦺꦈꦻꦁꦕꦄꦷꦁꦿ

ꦓꦉꦾ +ꦀꦺꦄ             = ꦓꦉꦾꦀꦺꦄ

b. Terdapat beberapa kata yang bersuku kata akhir tertutup bila mendapat akhiran

ꦀꦺꦄ/ꦀꦄꦷꦁꦿ  berubah menjadi ꦄꦺꦄ/ꦄꦄꦷꦁꦿ.

Contoh:

ꦆꦺꦄꦻꦁꦿ –> ꦁꦺꦄꦻꦄꦘꦺꦄ

ꦊꦄꦁꦿ       –>  ꦏꦄꦄꦘꦺꦄ

ꦌꦌꦁꦿ      –>   ꦀꦎꦠꦌꦄꦘꦺꦄ

c. Bila bersambung dengan suku kata terbuka, mendapat perto­longan ꦀꦄꦿ, maka penulisannya

mendapat pertolongan sigeg ꦄ dan ꦀꦺꦄ/ꦀꦄꦷꦁꦿ menjadi ꦔꦺꦄ/ꦔꦄꦷꦁꦿ.

Contoh:

ꦀꦼꦐꦈ  + ꦀꦺꦄ             = ꦀꦼꦐꦈꦄꦔꦺꦄ

ꦀꦏꦥꦷꦄꦚ + ꦀꦄꦷꦁꦿ           =ꦀꦏꦥꦷꦄꦚꦄꦔꦄꦷꦁꦿ

ꦎꦊꦸ  + ꦀꦺꦄ                  =ꦎꦺꦊꦻꦄꦔꦺꦄ

ꦎꦊꦸ  + ꦀꦄꦷꦁꦿ               =ꦎꦺꦊꦻꦄꦔꦄꦷꦁꦿ

ꦁꦓꦶ  +ꦀꦺꦄ                      =ꦁꦺꦓꦄꦔꦺꦄ

ꦏꦝꦶꦐꦶ  + ꦀꦄꦷꦁꦿ               =ꦏꦝꦶꦺꦐꦄꦔꦄꦷꦁꦿ

ꦀꦼꦐꦺꦈ + ꦀꦺꦄ        =ꦀꦼꦐꦺꦈꦄꦔꦺꦄ

II. Panambang -a (ꦀ )

a. Bila bersambung dengan kata yang berakhir huruf legena penulisannya  seperti apa adanya.

Contoh: ꦑꦶꦇꦀ = bisaa                   ꦉꦸꦓꦀ  =      lungaa

b. Bila suku kata terakhir menggunakan huruf ꦍ, penulisan akhiran ꦀ tidak berubah.

Contoh: ꦄ꧂ꦊꦶꦺꦍꦀ = kapriyea ꧂ꦊꦶꦍꦍꦶꦀ   =priyayia

c. Bila bersambung dengan kata yang suku akhirnya selain berhuruf ꦍ dan ber-sandhangan wulu  ( ꦸ ) atau taling ( ꦺ), akhiran ꦀ   berubah menjadi ꦍ.

Contoh:    ꦑꦉꦶꦍ = balia                    ꦺꦃꦺꦁꦍ    =  renea

d. Bila suku kata terakhir menggunakan huruf ꦈ, penulisan akhiran ꦀ tidak berubah.

Contohnya ꦁꦈꦸꦀ   = nawua             ꦺꦇꦈꦸꦀ = sewua

e. Bila bersambung dengan kata yang suku akhirnya selain ꦈ dan  ber-sandhangan  suku (  ꦸ ) atau taling  tarung, (ꦺ _ ꦻ ) akhiran ꦀ  berubah menjadiꦈ .

Contoh;  ꦏꦝꦷꦑꦸꦈ = mlebua                ꦓꦼꦺꦐꦻꦈ  = nganggoa

f. Bila bersambung dengan suku kata tertutup (sigeg), akhiraꦀ berubah menjadi seperti huruf penutupnya (sesigeg-nya).

Contoh:ꦏꦓꦁꦕ = mangana     ꦇꦑꦽꦃ = sabara

ꦑꦷꦁꦶꦼꦓ= beninga        ꦇꦸꦇꦾꦀ  = susaha

III. Panambang -an ( ꦀꦁꦿ )

a. Bila  besambung dengan suku kata terbuka dan legena huruf ꦀ-nya luluh dengan  huruf penutupnya.

Contoh:  

ꦐꦈ + ꦀꦁꦿ   = ꦐꦈꦁꦿ

ꦺꦇꦈ + ꦀꦁꦿ = ꦺꦇꦈꦁꦿ

b. Bila bersambung dengan suku kata terbuka ber-sandhangan wulu, wulu-nya berubah menjadi taling.   

Contoh:    

ꦑꦉꦶ + ꦀꦁꦿ  = ꦑꦺꦉꦁꦿ

ꦇꦏꦥꦶ + ꦀꦁꦿ     = ꦇꦺꦏꦥꦁꦿ

c. Bila bersambung dengan suku kata terbuka bersandhangan wulu atau taling dan tidak luluh, huruf ꦀ pada akhiran ꦀꦁꦿ berubah menjadi ꦍ .  

Contoh: 

+ꦐꦺꦈ +ꦀꦁꦿ = ꦊꦐꦺꦈꦍꦁꦿ

+ ꦇꦸꦂꦶ +ꦀꦁꦿ     =  ꦄꦇꦸꦂꦶꦍꦁꦿ  

d. Bila bersambung dengan suku kata terbuka ber-sandhangan suku, suku-nya berubah menjadi taling tarung.   

Contoh:   

ꦺꦀꦉꦸ  + ꦀꦁꦿ  = ꦺꦀꦺꦉꦻꦁꦿ

ꦑꦸꦏꦥꦹ  + ꦀꦁꦿ      = ꦑꦸꦺꦏꦥꦻꦁꦿ

e. Bila bersambung dengan suku kata terbuka bersandhangan taling tarung, huruf ꦀ-nya hilang tinggal ꦁꦿ.     


Contoh:                    

ꦺꦑꦻꦺꦋꦻ + ꦀꦁꦿ = ꦺꦑꦻꦺꦋꦻꦁꦿ

ꦺꦏꦻꦺꦊꦻ + ꦀꦁꦿ = ꦺꦏꦻꦺꦊꦻꦁꦿ

f. Bila bersambung dengan suku kata terbuka bersandhangan suku  atau taling tarung dan tidak luluh, huruf ꦀ pada akhiran ꦀꦁꦿ berubah menjadi ꦈ.  

Contoh:                    

+ ꦏꦌꦸ + ꦀꦁꦿ = ꦄꦏꦌꦸꦈꦁꦿ

ꦌꦺꦐꦻ + ꦀꦁꦿ   =  ꦌꦺꦐꦻꦈꦁꦿ

g. Bila bersambung dengan suku kata tertutup (sigeg), huruf ꦀ-nya berubah menjadi seperti huruf penutupnya  (sesigeg-nya).  

Contoh:

ꦌꦓꦁꦿ + ꦀꦁꦿ = ꦌꦓꦁꦕꦁꦿ

ꦑꦸꦑꦽ + ꦀꦁꦿ     = ꦑꦸꦑꦽꦃꦁꦿ

ꦈꦎꦖꦾ + ꦀꦁꦿ  = ꦈꦎꦖꦾꦀꦁꦿ

ꦌꦸꦐꦼ  + ꦀꦁꦿ   = ꦌꦸꦐꦼꦓꦁꦿ

ꦂꦷꦊꦸꦄꦿ + ꦀꦁꦿ = ꦂꦷꦊꦸꦄꦘꦁꦿ

ꦌꦷꦑ꥚ꦹꦐꦿ + ꦀꦁꦿ = ꦌꦷꦑ꥚ꦹꦐꦤꦁꦿ

 

IV. Panambang -e ( ꦺꦀ )

a. Bila bersambung dengan suku kata terbuka menjadi ꦺꦁ/ꦁꦶꦊꦸꦁꦿ . Penulisannya tidak menggunakan pasangan  ꦕ .

Contoh:

ꦊ꧉ꦐ  + ꦺꦀ             = ꦊ꧉ꦐꦺꦁ

ꦊ꧉ꦐꦶ  + ꦀꦶꦊꦸꦁꦿ    = ꦊ꧉ꦐꦶꦁꦶꦊꦸꦁꦿ

ꦺꦑꦻꦺꦌꦻ +ꦺꦀ = ꦺꦑꦻꦺꦌꦻꦺꦁ

ꦐꦽꦈ + ꦀꦶꦊꦸꦁꦿ     = ꦐꦽꦈꦁꦶꦊꦸꦁꦿ

ꦄꦸꦽꦇꦶ + ꦺꦀ             = ꦄꦸꦽꦇꦶꦺꦁ

ꦄꦸꦽꦇꦶ + ꦀꦶꦊꦸꦁꦿ     = ꦄꦸꦽꦇꦶꦁꦶꦊꦸꦁꦿ

b. Bila bersambung dengan suku kata tertutup (sigeg), ꦀ-nya berubah menjadi seperti huruf penutupnya.

Contoh:

ꦑꦷꦋꦸꦐꦿ + ꦺꦀ          = ꦑꦷꦋꦸꦺꦐꦤ

ꦑꦷꦋꦸꦐꦿ + ꦀꦶꦊꦸꦁꦿ = ꦑꦷꦋꦸꦐꦤꦶꦊꦸꦁꦿ

ꦆꦸꦅꦸꦾ  + ꦺꦀ                = ꦆꦸꦅꦸꦾꦺꦀ

ꦆꦷꦅꦾ + ꦀꦶꦊꦸꦁꦿ        = ꦆꦷꦅꦾꦀꦶꦊꦸꦁꦿ

ꦑꦸꦑꦽ + ꦺꦀ                 = ꦑꦸꦑꦽꦺꦃ

ꦑꦶꦑꦽ + ꦀꦶꦊꦸꦁꦿ        = ꦑꦶꦑꦽꦃꦶꦊꦸꦁꦿ

ꦊ꧉ꦐꦷꦼ + ꦺꦀ                 = ꦊ꧉꧉ꦐꦷꦼꦺꦓ

ꦊ꧉ꦐꦷꦼ + ꦀꦶꦊꦸꦁꦿ        = ꦊ꧉ꦐꦷꦼꦓꦶꦊꦸꦁꦿ

V. Panambang -i ( ꦀꦶ )

a. Bila bersambung dengan suku kata terbuka, mendapat pertolongan akhiran ꦀꦁꦿ, maka penulisannya memakai pasangan ꦁ ( ꦕ ) .

Contoh:

ꦎꦸꦄꦁꦕꦶ dasarnya ꦇꦸꦄ

ꦓ꧄ꦐꦁꦕꦶ dasarnya ꦊ꧉ꦐ

ꦏꦺꦉꦁꦕꦶ dasarnya ꦈꦉꦶ

ꦁꦸꦺꦄꦻꦁꦕꦶ dasarnya ꦁꦸꦄꦸ/ꦆꦸꦄꦸ

ꦀꦁꦙꦹꦺꦈꦁꦕꦶ dasarnya ꦀꦁꦙꦹꦺꦈ/ꦅꦸꦺꦈ

ꦓꦶꦺꦉꦻꦁꦕꦶ dasarnya ꦄꦶꦺꦉꦻ

b. Bila bersambung dengan suku kata tertutup, huruꦀ -nya menjadi seperti huruf penutupnya.

Contoh:

ꦺꦁꦺꦏꦞꦝꦄꦘꦶ dasarnyaꦺꦆꦺꦏꦞꦝꦄꦿ

ꦅꦶꦐꦁꦟꦹꦉꦝꦶ dasarnya ꦐꦁꦟꦟꦹꦉꦿ

ꦓꦑꦽꦃꦶ dasarnya ꦄꦑꦽ

ꦁꦉꦼꦓꦶ dasarnya ꦆꦉꦼ

ꦏꦶꦇꦸꦾꦀꦶ dasarnya ꦈꦶꦇꦸꦾ

ꦀꦎꦠꦉꦽꦃꦶ dasarnya ꦌꦉꦽ

VI.  Panambang -ana ( ꦀꦁ )

a. Bila bersambung dengan suku kata terbuka, mendapat pertolongan akhiran ꦀꦁꦿ, maka penulisannya harus memakai pasangan   ꦕ . Bila suku kata berakhir legena, maka  huruf ꦀ  pada akhiran ꦀꦁꦿ pertolongan luluh dengan huruf terakhir tersebut.

Contoh:

꥙ꦓ  + ꦀꦁ  = ꥙ꦓꦁꦕꦁ

ꦐꦈ + ꦀꦁ = ꦐꦈꦁꦕꦁ

ꦉꦃ + ꦀꦁ = ꦉꦃꦁꦕꦁ

b. Bila suku kata akhir terbuka dengan sandhangan wulu, wulu-nya berubah menjadi taling.

Contoh:

ꦑꦉꦶ + ꦀꦁ = ꦑꦺꦉꦁꦕꦁ

ꦆꦉꦶ + ꦀꦁ = ꦆꦺꦉꦁꦕꦁ

ꦀꦶꦉꦶ + ꦀꦁ = ꦀꦶꦺꦉꦁꦕꦁ

c. Bila suku kata akhir terbuka dengan sandhangan suku, suku-nya berubah menjadi taling tarung.

Contoh:

ꦇꦓꦸ + ꦀꦁ = ꦇꦺꦓꦻꦁꦕꦁ

ꦉꦄꦸ + ꦀꦁ= ꦉꦺꦄꦻꦁꦕꦁ

ꦆꦸꦄꦸ + ꦀꦁ = ꦆꦸꦺꦄꦻꦁꦕꦁ

d. Bila bersambung dengan suku kata tertutup, hurufꦀ-nya berubah menjadi seperti huruf penutupnya.

Contoh:

ꦊ꧉ꦇꦶꦄꦿ + ꦀꦁ = ꦊ꧉ꦇꦶꦄꦘꦁ

ꦐꦁꦟꦹꦉꦿ + ꦀꦁ = ꦐꦁꦟꦹꦉꦝꦁ

ꦊꦷꦂꦄꦿ + ꦀꦁ = ꦊꦷꦂꦄꦘꦁ

VII. Panambang -en ( ꦀꦷꦁꦿ )

a. Bila bersambung dengan suku kata terbuka berubah menjadi ꦁꦷꦁꦿ penulisannya tidak menggunakan pasangan   ꦕ.

Contoh:

ꦆꦆ + ꦀꦷꦁꦿ = ꦆꦆꦁꦷꦁꦿ

ꦐꦈ +  ꦀꦷꦁꦿ = ꦐꦈꦁꦷꦁꦿ

ꦆꦸꦄꦸ + ꦀꦷꦁꦿ = ꦆꦸꦄꦸꦁꦷꦁꦿ

ꦄꦸꦎꦖꦶ + ꦀꦷꦁꦿ = ꦄꦸꦎꦖꦶꦁꦷꦁꦿ

ꦀꦺꦈ +ꦀꦷꦁꦿ =ꦀꦺꦈꦁꦷꦁꦿ

b. Bila bersambung dengan suku kata tertutup, huruf ꦀ-nya berubah menjadi seperti huruf penutupnya.

Contoh:

ꦌꦸꦊꦸꦄꦿ + ꦀꦷꦁꦿ = ꦌꦸꦊꦸꦄꦘꦷꦁꦿ

ꦺꦐꦻꦺꦋꦻꦐꦿ + ꦀꦷꦁꦿ = ꦺꦐꦻꦺꦋꦻꦐꦤꦷꦁꦿ

ꦊꦸꦉꦇꦿ  + ꦀꦷꦁꦿ = ꦊꦸꦉꦇꦛꦷꦁꦿ

ꦑꦄꦽ + ꦀꦷꦁꦿ = ꦑꦄꦽꦊ꧉ꦁꦿ

ꦀꦎꦼ + ꦀꦷꦁꦿ = ꦀꦎꦼꦓꦷꦁꦿ

ꦑꦷꦉꦾ +ꦀꦷꦁꦿ = ꦑꦷꦉꦾꦀꦷꦁꦿ

sumber : facebook/sinaunulisjawa/dokumen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s